Kamis, 31 Mei 2012

Pembagian Hadist Ditinjau Dari Segi Kuantitas


1.Hadist Mutawatir
   Mutawatir yaitu hadist yang diriwayatkan oleh segolongan besar orang yang tidak terhitung jumlahnya. Sekira mereka sampai pada batas yang tidak mungkin menurut kebiasaan bahwa mereka sepakat untuk berdusta, dengan syarat akhir sandaran mereka adalah rukyah atau mendengar. Adapun syaratnya adalah empat :
1.Banyak jumlahnya (sanad/rawi)
2.Tidak mungkin atas kesepakatan mereka untuk berdusta
3.Adanya banyak bilangan di permulaan sehingga akhir
4.Hendaknya akhir sandaran adalah melihat
Hadis mutawatir dibagi menjadi dua,
1.Mutawatir lafzi
2.Mutawatir ma’nawi
Contohnya :
(من كذب على متعمدا فليتبوأ مقعده من النار)
Barang siapa berdusta terhadapku dengan sengaja, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya dalam neraka.

Yang meriwayatkan hadis jumlahnya dua ratus sahabat.
Hadist mutawatir berfaidah "ilmu daruri" yang termasuk pembahasan dalam ilmu usul fiqh disana diperluas pembahasannya.

2.Hadist Ahad
   Hadist yang diriwayatkan oleh satu atau lebih dua rawi yang tidak memenuhi syarat hadis masyhur atau msutawatir. Sedangkan pembagian hadis ahad dibagi menjadi tiga.

A.Hadis Mayshur
   Mashur: adalah hadis yang diriwayatkan oleh orang tiga atau lebih, meskipun setingkat dari tingkatannya, meskipun ada beberapa orang meriwayatkannya setelah tiga orang tersebut.
Contohnya:
(ان الله لايقبض العلم إنتزاعا)
(Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu secara seporadis).
Hukumnya :
Shahih, hasan atau dha'if.
B.Hadis Aziz
   Aziz adalah hadis yang diriwayatkan orang dua dalam satu tingkatan dari tingkatannya. Meskipun ada seratus rawi yang telah meriwayakannya setelah orang dua tersebut.
Hukumnya :
Ada kalanya shahih, hasan dan dha'if.
Contohnya:
Hadis Bukhari Muslim
(لا يؤمن احدكم حتى أكون أحب إليه من ولده و والده والنا س اجمعين)
(Tidak beriman yang sempurna salah satu dianatara kalian, sehingga aku lebih dicintai daripada anaknya, orangtuanya dan di semua manusia (HR. Anas dari Qatdah dan Abd. Rahman bin Suhaib).
C.Hadis Garib
   Gharib menurut bahasa: terperinci dari negerinya menurut istilah: hadis yang diriwayatkan seorang sekira orang lain tidak meriwayatkannya, atau infirah dengan ziyadah dalam matannya atau isnadnya dinamakan hadis gharib karena terpencilnya rawi dari orang lainnya. Seperti orang mengembara yang  mengembara dari negerinya.
Contohnya hadis :
(الولاء لحمة كلحمة النسب لايباع  ولا بوهب)
(Walak adalah kerabat sebagaimana kerabat nasab, tidak boleh dijual dan dihibahkan).

   Hadis ini hanya diriwayatkan oleh Abdullah Ibn Dinar dari Ibn Umar, hadis garib dinamakan "fardul mutlak" dan termasuk hadis gharib, yaitu "fardul nisbi". Hadis yang diterikat adanya rawi siqah yang meriwayatkannya sendiri maka dikatakanlah: tidak ada rawi siqah yang meriwayatkan hadis kecuali si fulan.
   Atau terikat dengan adanya hadis yang hanya diriwayatkan seorang rawi yang diperoleh dari gurunya. Maka dikatakanlah, hadis ini hanya diriwayatkan si fulan yang diperoleh dari gurunya ……. fulan.
Hukumnya, terkadang shahih, dasar dan terkadang dha'if, yapi yang banyak adalah dha'if.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

bgl

BUKU TAMU

burung