Sabtu, 28 April 2012

TAFSIR DAN AZBABUN NUZUL QS.Al mujadalah : 11


  • AZBABUN NUZUL

Di riwayatkan oleh ibn abi hitam dari muqatil bin hibban, ia mengatakan bahwa suatu hari yaitu hari jum’at , Rasulullah SAW berada di shuffah mengadakan pertemuan di tempat yang sempit,dengan maksud menghormati pahlawan perang badar yang terjadi antara kaum muhajirin dan anshar. Beberapa pahlawan perang badar ini terlambat datang, diantaranya shabit dan qais, sehingga mereka berdiri diluar ruanggan. Meraka mengucapkan salam “ Assalamu’alaikum ayyuhan nabi wabarokatu”, lalu nabi menjawabnya. Mereka pun mengucapkan sama kepada orang-orang yang terlebih dahulu datang, dan dijawab pula oleh mereka. Para pahlawan badar itu tetep berdiri, menungu tempat yang disediakan bagi mereka tapi tidak ada yang memperdulikanya.melihat kejadian tersebut rasulullah menjadi kecewa lalu menyuruh kedapa orang-orang sekitarnya untuk birdiri. Diantar mereka ada yang berdiri tetapi rasa keenganan nampak di wajah mereka. Maka orang-orang munafik memberikan reaksi dengan maksud mencela nabi, sambil mengatakan “demai Allah, Muhammad tidak adil, ada orang ayng datang lebih dahulu datng dengan maksud memproleh tempat duduk didekatnya, tetapi disuruh berdiri untuk di berikan kepada orang yang datang terlambat datang”. Lalu turunlah ayat ini.

Bagian akhir ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan mengangkat tinggi kedudukan orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu. Orang-orang yang beriman diangkat kedudukannya oleh Allah dan Rasul-Nya, sedangkan orang-orang yang berilmu diangkat kedudukannya karena mereka dapat memperbanyak manfaat kepada orang lain. Ilmu disini tidak terbatas pada ilmu-.ilmu agama saja, tetapi termasuk di dalamnya ilmu-ilmu keduniaan. Apapun ilmu yang dimiliki seseorang bila ilmu itu bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, ilmu itu tergolong salah satu dalam tiga pusaka yang tidak akan punah meskipun pemiliknya telah meninggal dunia. Tiga pusaka dimaksud adalah sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh yang mendoakan kepada orang tuanya. Dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11 di atas, Allah menganjurkan kepada kita agar senantiasa mau bekerja keras, baik dalam menuntut ilmu maupun bekerja mencari nafkah. Hanya orang-orang yang rajin belajarlah yang akan mendapatkan banyak ilmu. Dan hanya orang-orang yang berilmulah yang memiliki semangat kerja untuk meraih kebahagiaan hidup. 
  • TAFSIR

 Wahai orang-orang yang beriman apabila kalian diperintah untuk berlapang-lapang guna di majelis untuk mempersilahkan saudara kalian duduk bergabung maka hendaklah seorang muslim berlapang –lapang agar saudaranya bisa duduk pula dalam majelis ,niscaya allah S.W.T akan meluaskan rezeki dan pahala kalian .
Apabila kalian diminta membuarkan diri dari majelis karena salah satu sebab maka bubarlah,niscaya allah S.W.T meningikan kedudukan orang-orang yang beriman diantara kalian menurut kadar iman mereka dan mengangkat kedudukan orang yang berilmu pengetahuan bebrapa derajat dalam karunia dan pahala karena keutamaan ilmu.
 Ilmu pengetahuan datang setelah adab majelis dipenuhi ,karena itulah orang-orang yang berilmu lebih paham daripada selain mereka tentang adab dan akhlak.
Allah S.W.T maha mengetahui segala sesuatu ,tidak ada yang samar baginya .tidak ada perkara yang terlupakan dari-nya ,allah s.w.t akan membalas setiap orang sesuai  dengan perbuatannya.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

bgl

BUKU TAMU

burung