Kamis, 31 Mei 2012

ILMU JARH WA AL-TA’DIL DAN TAKHRIJ AL-HADIS


A.Ilmu jarh wa al-ta’dil
1.Pengertian Ilmu Jarh wa ta’dil
  Pengertian ilmu jarh wa al-ta’dil adalah ilmu yang membahas tentang cacat dan adilnya rawi dengan lafad-lafad khusus dan tingkatan-tingkatan  lafad tertentu. Ilmu ini termasuk bagian cabang ilmu rijalil hadis
2.Dasar ilmu jarh wa al-ta’dil
  “Barangsiapa yang berdusta kepadaku maka dia harus siap-siap menempati tempatnya di api neraka.
“ Isnad adalah bagian dari agama, sandainya tidak ada isnad maka orang akan bicara sesukanya
3.Tokoh-tokoh Ilmu jarh wa ta’dil
  1.Al-Ma’syi, w 148 H, Syu’bah w 160 , Malik Ibn Anas w 179
  2.Ibn Mubarak w 101, Ibn Sa’id al-Qattan w 189
  3.Yazid Ibn Haru w 206 Ibn Ma’in w 232
  4.Ibn Huzaimah w 311, Ibn Jarir al-tabari w 310
  5.Al-bagadi w463 pengarang al-kifayah fi al-ilm al-riwayah
  6.Ibn Hajar al-asqalani w852 pengarang tahzib al-tahzib
4.Kitab yang Memuat Rawi Da’if
  1.Al-du’afa’ al-kabir, Imam Bukhari
  2.Al-du’afa’ wa al-matrukin Imam Nasa’i
  3.Al-madkhal  al-Naisaburi
  4.Mizan al-I’tidal al-Zahabi
  5.Lisan al-mizan Ibn Hajar al-asqalani



5.Lafad-lafad jarh wa al-ta’dil

A.Lafad ta’dil

B.Lafad tajrih

C. Teori Dalam men-jarh dan Men-ta’dil
Dalam men-jarh dan men-ta’dil terdapat beberapa kaidah yang harus dipenuhi yaitu,
  1.Bersikap amanah dan bersih dalam menetapkan hukum
  2.Cermat dalam meneliti dan ketika menetapkan hukum
  3.Mengikuti kode etik dalam menjarh
  4.Dalam ta;dil uraiannya ringkas, sedangkan dalam tajrih uraiannya harus rinci
D.Syarat-syarat Dalam Men-jarh dan Men-ta’dil
  1.Orang yang ali, bertakwa, wira’i (menghindari barang syubhat) dan jujur
  2.Tidak cacat rakhani, tidak fanatik dan  bersikap bijaksana
Dalam praktik jarh dan ta’dil jika terjadi pertentangan antara sifat cacat dan sifat adil, maka yang dipakai atau yang diperhitungkan adalah sifat cacat.

B.Ilmu Takhrij Hadis
Takhrij hadis menurut bahasa dapat digunakan untuk beberapa arti, seperti mengeluarkan, melatih, meneliti, menghadapkan. Dalam ilmu hadis tekhrij dipahami untuk beberapa kepentingan, antara lain,
  A.Menjelaskan tentang hadis kepada orang lain dengan menyebutkan para periwayat dalam sanad hadis, misalnya : ini hadis diriwayatkan   al-Bukhari dengan jalur si fulan…..
  B.Mengeluarkan dan meriwayatkan satu hadis dari beberapa kitab atau guru, yaitu untuk memperlihatkan rIwayat hidup periwayat
  C.Menunjukkan kitab-kitab sumber hadis
Sasaran Takhrij al-hadis
  A.Hadis yang dimaksud berada dalam kitab apa saja, dan diriwayatkan melalui berapa jalur
  B.Siapa saja tokoh hadis yang meriwayatkan hadis tersebut dimasing-masing jalur
  C.Dari penelusuran ini dapat disimpulkan apakah hadis tersebut melalui jalur berkualitas atau tidak
Proses Takhrij al-hadis
1.Kita dapat melacak melalui tema atau maudu’ hadis
2.Dapat juga berangkat dari kosa kata yaitu dengan langkah
  a.Menelusuri di buku, dimana keberadaan  hadis yang akan diteliti
  b.Membuat bagan sanad periwayat hadis
  c.Memeriksa persambungan sanad dan reputasi para periwayat

Contoh :
A.Hadis riwayat Tirmizi

B.Hadis riwayat Abu Dawud

3.Langkah berikutnya membuat bagan hadis sesuai dengan dua ahdis tersebut. Kita harus membuat dua bagan sanad, tetapi karena pada dua jalur sanad itu ada periwayat yang sama, maka dapat dibuat satu bagan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

bgl

BUKU TAMU

burung